Kini Pakai Folding Gate Warna-warni
PINTU depan warung istri saya, Warung Selat Mbak Lies, kini tak lagi memakai pintu dan pagar besi “konvensional”.? Sejak sekitar sebulan lalu, pintu lama diganti folding gate. Otomatis, pagar besi pun ikut diganti.
Folding gate ini dicat warna-warni ngejreng. Merah, hijau, dan kuning. Warna-warni pilihan istri saya, yang sangat peduli untuk merawat dan menghias warung makannya yang menyatu dengan rumah kami, di Serengan Gang II/42 Solo, Jawa Tengah, telepon 0271-65332.
Maka, jika Anda pelanggan Warung Selat Mbak Lies, Anda bisa menyaksikan perubahan itu. Tentu seraya menyantap menu yang disediakan, apakah Selat-Solo, gado-gado, timlo, atau yang lainnya. (*)
23 Januari 2012 Leave a comment
Silakan Mencuci Tangan di Sini
BEBERAPA tempat cuci tangan terbuat dari keramik dipasang di bagian depan Warung Selat Mbak Lies. Lengkap dengan ciduk berupa siwur. Pemasangnya, siapa lagi kalau bukan istri saya, sang pemilik warung, yang senang menghias warungnya dengan berbagai pernak-pernik.
Silakan mencuci tangan di tempat ini, sebelum Anda menyantap menu selat-Solo, atau menu lain semisal gado-gado dan sop ayam, atau es teler, es buah, dan es jus alpukat atau jus lainnya. Tetapi kalau Anda pilih langsung menyantap makanan, setelah menu yang Anda pesan datang, silakan saja.
27 Desember 2011 Leave a comment
Ini Kali Ersamayori Aurora Yatim …
SAYA searching melalui mesin pencari di internet, dan baru saya tahu bahwa nama lengkap Ersa Mayori adalah Ersamayori Aurora Yatim (32). Perempuan kelahiran Jakarta, 14 Mei 1979, ini adalah model, presenter, dan bintang sinetron yang memulai kariernya dari pemilihan Gadis? Sampul. Adapun? acara yang terkenal yang dibawakannya adalah !nsert, program infotaintment di Trans TV.
Artis cantik berambut panjang itu muncul di warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies, di Serengan Gang II/42 Telepon 0271-65332, Solo, Jawa Tengah, 5 November 2011 lalu. Tak beda dengan saat-saat sebelumnya tatkala ada sosok terkenal datang ke warung, saya sedang berada di luar kota, yaitu di Yogyakarta, untuk bekerja.
Tak apa. Toh saya bisa memperoleh cerita tentang kedatangan Ersa dari mulut istri saya. Juga, bisa mendapatkan foto-fotonya untuk dipasang di blog ini. Istri saya menggambarkan figur Ersa sebagai artis cantik yang ramah nan banyak senyum.
Ibu dua anak hasil pernikahannya dengan Otto Satria Jauhari, putra bankir Dicky Iskandar Dinata, itu? tak keberatan diminta tanda tangan pada piring hias di Warung Selat Mbak Lies. ia juga senang hati diajak berfoto bersama istri saya maupun beberapa pekerja warung istri saya.
Sepanjang catatan saya, Ersa menjadi figur populer ke sekian yang makan di warung istri saya, yang bernama lengkap Wulandari Kusmadyaningrum itu. Figur-figur lain telah pernah saya tuliskan di blog saya, sejak beberapa tahun lalu. Tentu bukan maksud saya dan istri mengistimewakan sosok semisal Ersa tetapi memang fakta bahwa name make a news. Apa boleh bikin….
11 November 2011 Leave a comment
Masuk Tayangan Televisi Lagi
WARUNG Selat Mbak Lies, dan tentu saja pemiliknya, masuk tayangan televisi lagi. Hari Jumat (2/9/2011) siang lalu, warung istri saya, Wulandari Kusmadyaningrum alias Lilis (Mbak Lies), tersebut muncul dalam tayangan berita berbahasa China di Metro TV, yaitu Metro Xin Wen.
Saya menyaksikan tayangan tersebut saat berada di tempat kerja, kantor Harian Tribun Jogja, di Yogyakarta. Adapun istri saya, dan para pekerjanya, melihat di rumah sekaligus warung makan kami, di Serengan Gang II/42 Solo, Jawa Tengah.
Beberapa kawan saya maupun kawan istri saya juga menyaksikan tayangan itu. Terbukti, beberapa hari kemudian, ada kawan di Surabaya memberitahu saya via dinding Facebook : ‘selat mbak lis masuk Metro tv minggu wingi. bu jun mesam mesem ae.’
Hahahaha! Saya tertawa membaca pesan dari Kuncarsono Prasetyo, bekas sejawat saya di Harian Surya Surabaya tersebut. Dia tentu tidak tahu bahwa saya juga mesam-mesem tatkala melihat tayangan Metro Xin Wen Jumat (2/9/2011)? pukul 14.00 WIB tersebut….
11 September 2011 Leave a comment
Pong Harjatmo Nikmati Selat Saat Hujan Gerimis
SEROMBONGAN pembeli yang? datang ke warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies, Selasa (7/12/2010) sore, menarik perhatian para pembeli lain maupun pekerja-pekerja warung. Maklum, salah satu orang dalam rombongan itu adalah aktor lawas Pong Harjatmo.
(Nama Pong mencuat kembali setelah beraksi memanjat atap gedung kura-kura DPR dan mencoretinya dengan cat, bertuliskan Jujur, Adil dan Tegas, akhir Juli 2010 lalu. Sesudah aksi protesnya tersebut Pong pun bak menjadi aktivis.)
Pria berusia 68 tahun kelahiran Solo ini datang ke warung bersama beberapa kerabat Pura Mangkunegaran, termasuk Gusti Pangeran Haryo (GPH) Herwasto Kusumo, saat hujan gerimis. Herwasto adalah adik “raja” Pura Mangkunegaran, Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Adipati (KGPAA) Mangkunegoro IX.
“Saya tidak asing dengan Mangkunegaran, karena waktu tinggal di Solo, dulu, rumah saya tak jauh dari Mangkunegaran. Di sebelah barat pura,” ucap Pong setelah makan di warung istri saya, di Serengan Gang II/42, Solo, Jawa Tengah.
Catatan : Berita tentang Pong saat diwawancara di Warung Selat Mbak Lies ada di sini.
8 Desember 2010 Leave a comment
Tetap Tidak Mau Buka Cabang
SEJAK lama istri saya ogah memperbesar usahanya dengan membuka cabang di tempat lain, di dalam Kota Solo maupun di luar Solo. Ada berbagai alasan yang mendasari, di antaranya, sudah bersyukur memperoleh rejeki limpah dari sebuah warung makan yang letaknya menyatu dengan rumah-tinggal kami.
Ada beberapa orang yang pernah mengajak bekerjasama untuk membuka cabang Warung Selat Mbak Lies. Semua ditolak oleh istri saya. Alih-alih membuka cabang, dia lebih suka memelihara dan merawat warung makannya tersebut dengan berbagai pernik-pernik, yang dibeli dari dalam kota maupun luar kota. Tentu juga dengan terus berupaya meningkatkan pelayanan.
Kami tahu, beberapa pengusaha kuliner-laris telah membuka cabang di beberapa tempat, dan cabang-cabang baru itu pun laris-manis sebagaimana induknya. Tetapi, istri saya tetap? ogah memperbesar usahanya dengan membuka cabang di tempat lain. Dia tetap bersyukur dengan satu warung, yang letaknya menyatu dengan rumah-tinggal kami di Kampung Serengan Gang II/42 Solo, Jawa Tengah, Telepon 0271-653332.
24 Oktober 2010 2 Comments
Gunung Kerupuk Memenuhi Rumah

ISTRI saya menyiapkan sangat banyak stok kerupuk menjelang warung makannya tutup selama Lebaran lalu. Saking banyaknya stok kerupuk tersebut, saya menyebutnya sebagai gunung kerupuk.
Tumpukan gunung kerupuk itu memenuhi salah satu ruangan di rumah kami. Tentu tak menyedapkan pemandangan dalam rumah, tetapi —apa boleh bikin— setiap kali menjelang Lebaran memang begitulah adanya….
Warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies, memang libur panjang menjelang dan saat Lebaran. Penyebabnya, para pekerja di warung, yang sebagian berasal dari desa, mudik ke desa masing-masing, meninggalkan-sementara warung makan di Serengan Gang II/42, Solo, Jawa Tengah, ini.
Lebaran tahun 2010 ini istri saya meliburkan warung makannya selama lima hari. Minggu (12/9/2010), atau sehari setelah Lebaran hari kedua, warung sudah buka seperti biasa.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, setiap warung buka kembali setelah libur panjang Lebaran, para pembeli yang datang langsung berjubel. Maka, gunung kerupuk pun sedikit demi sedikit digerogoti, dan akhirnya habis, kemudian diganti stok baru agar tidak melempem.
19 September 2010 Leave a comment
Neon Box Baru. Lebih ‘Manyala’

ADA beberapa hal baru pada warung makan istri saya belakangan ini. Salah satunya, neon box berwarna kuning, sebagaimana tampak pada foto di atas. Penanda sekaligus penghias Warung Selat Mbak Lies ini dipasang sejak Jumat (3/9/2010) malam.
Neon box ini menggantikan benda serupa yang sudah dipakai beberapa tahun. Foto neon box lama, berwarna biru, dapat disaksikan dalam arsip naskah ini. Kini, neon box lama itu tinggal menjadi sejarah karena telah “dibuang ke laut”.
Adapun neon box baru tampak lebih menarik, terutama jika malam hari seperti saat saya jepret Jumat (3/9) malam. Warna kuningnya tampak “manyala”, jelas menunjukkan nama Warung Selat Mbak Lies, yang berlokasi di Serengan Gang II/42 Solo, Jawa Tengah, Telepon 0271-653332.
4 September 2010 6 Comments
Hari Masih Gelap, Warung pun Belum Buka

BEGINILAH suasana sekitar rumah kami, sekaligus warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies, pada suatu pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Rumah simbah di depan rumah kami, di selatan jalan, masih belum dibuka. Hal tersebut dapat dilihat dari krei bambu yang tertutup rapat itu.
Jalan kecil di depan rumah pun masih sepi. Hanya satu-dua orang lewat, baik berjalan kaki maupun naik sepeda motor. Sekitar lima jam kemudian jalan akan mulai ramai oleh para pembeli warung, baik yang datang naik sepeda motor maupun mobil. Puncak keramaian warung di Serengan Gang II/42, Solo, Jawa Tengah, ini biasanya terjadi tengah hari, saat jam makan siang.
10 Agustus 2010 1 Comment
Ada Sedia Sapu-Super…

NAMANYA “sapu super”. Mengapa disebut “super”? Tentu pembuatnya yang lebih tahu. Tetapi, mudah ditebak, kata super ini memaksudkan pada sesuatu yang sangat baik, sangat kuat, atau luar biasa.
Namanya “sapu super”. Itulah sapu yang dijual istri saya sebagai dagangan tambahan di warung makannya, Warung Selat Mbak Lies, di Serengan Gang II/42, Solo, Jawa Tengah.
Namanya “sapu super”. Istri saya kulakan sapu-sapu super tersebut dari seorang pedagang sapu, yang secara periodik mengantarkannya ke rumah sekaligus warung makan kami.
Namanya “sapu super”. Menurut istri saya, sapu-sapu nan super ini relatif laris. Sebagian di antara banyak pelanggan warung makan istri saya ternyata senang membeli sapu tersebut —termasuk beberapa pelanggan asal luar Kota Solo.
Namanya “sapu super”. Berapa harganya? Kalau masalah harga, silakan bertanya langsung kepada istri saya, atau para pekerjanya, di sela keasyikan Anda mengudap di Warung Selat MBak Lies….
22 Juli 2010 Leave a comment
Depan (Bekas) Garasi Saat Tanpa Pembeli
SEMULA halaman depan rumah kami menjadi tempat parkir sepeda motor para pembeli warung makan istri saya, Warung Selat MBak Lies. Belakangan, karena pembeli semakin banyak, istri saya memaksimalkan semua tempat yang tersedia. Selain garasi, ya halaman rumah kami.
Sekarang halaman depan rumah kami pun menjadi tempat mengudap para pembeli warung makan istri saya, Warung Selat MBak Lies, yang berlokasi di Serengan Gang II/42, Solo, Jawa Tengah. Adapun tempat parkir sepeda motor, seperti pernah saya kisahkan, kini berada di halaman rumah tetangga, dikelola oleh beberapa pemuda kampung kami.
Ada beberapa meja dan kursi yang dipasang istri saya di (bekas) halaman rumah kami, di depan (bekas) garasi. Meja-meja dan kursi-kursi itu dipesan dari seorang pengusaha furniture di Kota Solo, dengan model dan bentuk sesuai selera istri saya.
Sebagian meja dan peranti lain, berupa penyekat ukuran pendek, dapat dilihat dalam foto yang saya pajang di atas naskah ini. Tampak sepi, karena memang belum ada pembeli, lantaran saya potret pada pagi hari hari saat warung belum buka.
14 Juli 2010 Leave a comment















